Jika berusaha keras maka pasti ada jalan. Begitu bunda mulai menerapkan metode powermatika dan bunda merasakan bahwa powermatika sangat berguna, maka ini kebahagiaan buat kami.
Bunda segera bisa melihat lonjakan perbedaan pada kemampuan anak dibanding anak-anak lainnya yang sekarang belum tersentuh metode powermatika.
Kami berharap bunda merasakan bahwa Powermatika ibarat bengkel untuk memperbaiki yang rusak, ibarat dokter yang memeriksa dimana letak sakit dan memberikan obat penyembuh.
Inilah tahapan Metode Powermatika,
Pertama, Observasi Kemampuan Anak
Jarang yang memperhatikan bahwa letak kesulitan anak sehingga susah menguasai matematika, bukan karena tidak bisa, tapi ini. Apa itu? TITIK KRITIS. Ya...Powermatika menyebutnya titik kritis. Maka anak harus dipastikan apakah dia sudah menguasai titik kriti sini.
Tanpa menguasai titik KRITIS JANGAN MIMPI orang tua bisa tersenyum saat mendampingi anak belajar matematika. Jangan harap anak mengatakan AHA saat belajar matematika.
Anak pertama-tama harus menguasai titik kritis. Dan ini tidak boleh diloncati/dilewati. Begitu anak sudah menguasai TITIK KRITIS maka bunda akan melihat perubahan besar dan bisa jadi berdecak kagum pada anak. Mungkin bunda tak bisa tahan untuk mengatakan dengan bangga 'WOW anaku hebat'.
Kedua, Memastikan anak menguasai TITIK KRITIS
Jangan dulu panik, jangan bayangkan bunda harus menguasai rumus yang ribet dan jelimet, bukan itu. Bunda cukup memberikan lembar kerja atau worksheet powermatika yang isinya soal-soal khusus yang dirancang untuk tahapan ini.
Jangan sepelekan tahapan ini dan pastikan oleh bunda bahwa anak harus melaksanakan ini. Targetnya, anak mengisi dengan benar.
Jika masih lambat maklumilah. Ulang berkali-kali dengan memberikan soal yang sama, lembar kerja yang sama, sampai betul-betul anak mengisi lancar di luar kepala. Disinilah akan mulai tampak perubahan.
Ini tidak sembarangan cara, lakukan saja. Ada alasan besar dibalik ini semua yang diterapkan dalam tugas ini. Lakukan dan penuhi intruksi yang ada.
mastika anak menguasai TITIK KRITIS
Ketiga, Menerapkan Jurus Pengulangan [Repetition]
Disini letaknya kemampuan anak diasah, ditanamkan dan dilekatkan. Ibarat menanam sebuah chip di kepala. Apa yang sedang anak lakukan dan kuasai akan melekat di kepala sehingga pada saat menghitung sudah tidak lagi mengenakan jari tangan.
Setelah anak dipastikan bisa mengisi dengan benar berikutnya dilanjutkan dengan langkah ini. Anak diberikan lembar soal dan menyelesaikan lembar-lembar tersebut sebanyak yang dia mampu.
Targetnya, anak bisa selesai mengisi satu lembar selambatnya 5 [lima] menit. Semakin sering mengisi akan semakin bisa lebih cepat selesai. Berikan lembar yang sama berkali-kali sampai tercatat selesai mengisi semakin cepat.
Dalam percobaan kepada siswa , terdapat siswa yang mampu menyelesaikan 80 soal matematika dasar dalam waktu satu menit 20 detik. Jika ada siswa yang bisa maka yang lain pasti bisa.
Patokannya, semakin cepat semakin mantap.
Inilah dia, Powermatika bukan menyodorkan banyak teori tapi lebih kepada anak melakukan pengulangan. Bentuknya dengan teknik dril.
Targetnya adalah bisa mengerjakan lembar kerja: SECEPAT mungkin, SESERING mungkin, SEBANYAK mungkin.
Keempat, Mengenalkan dan Mengasah Kemampuan Dasar Hitung Yang Lebih Tinggi
Ini adalah proses pembekalan lengkap kebutuhan anak untuk menguasai pelajaran matematika selama di SD,dan sekaligus MELEKATKAN kemampuan dasar PENTING yang akan menjadi bekal anak saat di SMP.
Beberapa anak sangat membanggakan bahkan di Sekolahnya [SMP/Sederajat] merupakan satu-satunya anak yang dapat nilai 100 selama sekolah itu berdiri. WOW.
Anak diasah sampai menguasai dasarnya sehingga soal-soal matematika bisa dilahapnya dengan lancar. Anak bukan hanya bisa, tapi merasa bangga terhadap dirinya sendiri. Bukankah ini sesuatu yang hebat buat sang anak?
Impian hadirnya Metode Powermatika pada ujungnya adalah membantu anak mengerjakan soal matematika bukan hanya BISA, tapi juga CEPAT.
Bunda bisa mendukung anak berlatih dan menguasai titik kritis dengan menggunakan lembar kerja/worksheet khusus, untuk melihat, klik buku worksheet 1.